Cawapres2019 Photos & Videos

14 minutes ago

Ass.. bpk/ibu,kak.... kami dari agen follower mau menawarkan jasa tambahan followers/like/view..!!! (1000 foll indo=.100rb) (1000 foll random=.25rb) (1000 foll pasif=.50rb) Dijamin 100% aman Barang kali berminat..?? WA.β†’081574827964 MONGGO insya allah amanah...! #Jokowi1PeriodeLagi #IstanaMerdeka #MarufAmin1KaliLagi #2019TetapJokowi #jokowiamin #2019JokowiLagi #jokowi #jokowidodoMaRuf2019 #jokowipresidenku #presidenjokowi #ahok #jokowiduaperiode #MenujuIndonesiaMaju #prabowo #ahokers #salamsatujempol #cawapres2019 #01 #01JokowiLagi #01jokowisekalilagi #01IndonesiaMaju #jokowicerdas #prabowo #prabowosubianto #jokowi #01indonesiamaju #lupabapak #bukalapak

00
16 minutes ago

Ass.. bpk/ibu,kak.... kami dari agen follower mau menawarkan jasa tambahan followers/like/view..!!! (1000 foll indo=.100rb) (1000 foll random=.25rb) (1000 foll pasif=.50rb) Dijamin 100% aman Barang kali berminat..?? WA.β†’081574827964 MONGGO insya allah amanah...! #Jokowi1PeriodeLagi #IstanaMerdeka #MarufAmin1KaliLagi #2019TetapJokowi #jokowiamin #2019JokowiLagi #jokowi #jokowidodoMaRuf2019 #jokowipresidenku #presidenjokowi #ahok #jokowiduaperiode #MenujuIndonesiaMaju #prabowo #ahokers #salamsatujempol #cawapres2019 #01 #01JokowiLagi #01jokowisekalilagi #01IndonesiaMaju #jokowicerdas #prabowo #prabowosubianto #jokowi #01indonesiamaju #lupabapak #bukalapak

00
16 minutes ago

Ass.. bpk/ibu,kak.... kami dari agen follower mau menawarkan jasa tambahan followers/like/view..!!! (1000 foll indo=.100rb) (1000 foll random=.25rb) (1000 foll pasif=.50rb) Dijamin 100% aman Barang kali berminat..?? WA.β†’081574827964 MONGGO insya allah amanah...! #Jokowi1PeriodeLagi #IstanaMerdeka #MarufAmin1KaliLagi #2019TetapJokowi #jokowiamin #2019JokowiLagi #jokowi #jokowidodoMaRuf2019 #jokowipresidenku #presidenjokowi #ahok #jokowiduaperiode #MenujuIndonesiaMaju #prabowo #ahokers #salamsatujempol #cawapres2019 #01 #01JokowiLagi #01jokowisekalilagi #01IndonesiaMaju #jokowicerdas #prabowo #prabowosubianto #jokowi #01indonesiamaju #lupabapak #bukalapak

10
2 hours ago

Gemuruh Keinginan Rakyat untuk Perubahan semakin terasa... Rakyat smakin sadar saat ini Indonesia sedang dikuasai oleh rezim yang banyak mudharat daripada manfaat.. fenomanea ini mendunia dan membuat kubu Jkw semakin panik dan kebingungan atas gelombang perubahan ke arah lebih baik menuju Prabowo-Sandi 02.. . . Ayo kawan seperjuangan,, jangan gentar, awasi terus proses demokrasi kita, agar tidak dicurangi oleh segelintir elite licik di negeri ini, . Jika kau diam, maka sama dengan mendukung Kedzaliman menguasai kehidupan bangsa.. Awasi terus, jangan kendor,,, kita hanya ingin demokrasi berjalan Sportif dan Jujur... . Kemenangan Prabowo-sandi, sama artinya dengan Indonesia menang... mendukung indonesia Adil- Makmur bersama 02 #selamattinggalJKW #viral #uninstalljokowi #Shutdownjokowi #prabowo #prabowosubianto #Pas #padi #pilpres2019 #prabowopresiden #2019gantipresiden #2019prabowosandi #2019prabowopresiden #abri #kopasus #sandiagauno #capres2019 #cawapres2019 #gerindra #prabowosandi #cebong #yanggajikamusiapa #2019duaperiode #2019tetapjokowi #jokowi #jusufkalla #Mahasiswa #indonesia #pancasila #prabowomenangdebat

80
2 hours ago

Naah buat adek adek para pendukung pasangan DILDO nomor ngurut 10 ( 1 dan 0 ) yang frustasi karena IPK nya kecil.. niih sdkit tips dari pakD nurHD untuk memperbesar IPK nya .. Smoga bermanfaat 😊😊 . . ............. #smackqueenyaqueen #nurhadialdo #nurhadialdo2019 #capres2019 #cawapres2019 #indonesia #indonesiatronjaltronjolmahaasyik #dildoforindonesia #yaqueen #pasangandildo #dildo #2019 #mahaasyik #aceh #viral #viralindonesia #80jt #10yearschallenge #10yearchallenge #flf #lfl #beritaterkini #beritaheboh #bukalapak #uninstallbukalapak at Fakultas Ekonomi Unsyiah

100
2 hours ago

di sela sela ksbukannya baik itu dalam hal kampanye, Safari politik maupun bisnis TUKANG PIJAT .. pakD nurHD selalu meluangkan waktu untuk menghadiri setiap undangan di berbagai stasiun Televisi dlam hal menyampaikan program2 unggulan jika nantinya terpilih menjadi presiden fiksi RI 1 maupun dalam hal menyampaikan visi misi dan ini merupakan bukti bahwa smackqueen banyak dan smakin berkembang biak para pendkung2 DILDO 10 πŸ–πŸ–dari berbagai kalangan #smackqueenyaqueen . . . ............. #smackqueenyaqueen #nurhadialdo #nurhadialdo2019 #capres2019 #cawapres2019 #indonesia #indonesiatronjaltronjolmahaasyik #dildoforindonesia #yaqueen #pasangandildo #dildo #2019 #mahaasyik #aceh #viral #viralindonesia #80jt #10yearschallenge #10yearchallenge #flf #lfl #beritaterkini #beritaheboh #bukalapak #uninstallbukalapak

91
2 hours ago

Nooh motivasi buat luuh yg pacaran berthun thun dgan alasan ngmpulin modal buat nikahin doi .. Ee ga tau nya modal udh trkmpul malah lu pake buat naik gunung πŸ˜‚πŸ˜‚.. Yg lebih sadisnya elu pake buat lamar cwe lain πŸ˜”πŸ˜” . . . ............. #smackqueenyaqueen #nurhadialdo #nurhadialdo2019 #capres2019 #cawapres2019 #indonesia #indonesiatronjaltronjolmahaasyik #dildoforindonesia #yaqueen #pasangandildo #dildo #2019 #mahaasyik #aceh #viral #viralindonesia #80jt #10yearschallenge #10yearchallenge #flf #lfl #beritaterkini #beritaheboh #bukalapak #uninstallbukalapak

50
5 hours ago

Pelajaran buat semua anak muda di Indonesia, bahwa jangan jadi anak yang durhaka yaa !!! ____ FOLLOW : πŸ‘‡πŸ‘‡ @jokowi_1agi @akubtp @adianna70fans @djarot_sumut1 @janethesfans Dukung akun nasionalis, semakin banyak yang ikut semakin kuat kita hadapi Hoax Hoax. - Yang mau order Kaos Jokowi Follow ya πŸ‘‰ @jokowistore - #Jokowi1PeriodeLagi #IstanaMerdeka #MarufAmin1KaliLagi #2019TetapJokowi #jokowiamin #2019JokowiLagi #jokowi #jokowidodoMaRuf2019 #jokowipresidenku #presidenjokowi #ahok #jokowiduaperiode #MenujuIndonesiaMaju #prabowo #ahokers #salamsatujempol #cawapres2019 #01 #01JokowiLagi #01jokowisekalilagi #01IndonesiaMaju #jokowicerdas #prabowo #prabowosubianto #jokowi #01indonesiamaju #lupabapak #bukalapak

100
16 hours ago

Asslmkm wr wb ... Hallo sahabat ada info nih ... πŸ“£ Ada INFO PENTING ! Ada Bisnis model baru di 2019 yang Blbisa dilakukan oleh berbagai kalangan, Artis, selebgram, Polisi, IRT, Pelajar, Mahasiswa atau PENGANGGURAN yang males bolak balik lamar kerjaan. Mending mulai belajar bisnis dari sekarang. Simple dan ga ribet .. πŸ˜„ Nih info penting untuk anda. Harus waspada dan cerdas dalam memilih BISNIS ya guys ..! Saya rekomendasikan bisnis halal dan trusted dari Owner kece yang super ramah dalam membimbing, hingga anggotanya SUKSES semua ! JANGAN SHOCK kalau setelah join, kalian SUKSES MENDADAK ... Join di @yulia_jihan_syahila akan bimbing dari nol sampai bisa jalani bisnis nya. Dijamin owner baik, sabar dan fast respon. . . TANYA - TANYA / FIX JOIN, CHAT : πŸ“² WA : 085272049756 INFO LEBIH JELAS KLIK LINK DI BIO YA... ... FOLLOW INSTAGRAM @yulia_jihan_syahila . . . #dekorasi #jaket #muslim #hijrah #jilbab #hijab #ustadzabdulsomad #whitening #rumah #2019gantipresiden #uninstalljokowi #jancuk #abg #batu #batik #makeup #dangdut #2019prabowopresidenRI #baju #sandal #distro #smackqueenyaqueen #nurhadialdo #nurhadialdo2019 #capres2019 #cawapres2019 #indonesia #indonesiatronjaltronjolmahaasyik #dildoforindonesia #yaqueen

141
16 hours ago

Pelajaran buat semua anak muda di Indonesia, bahwa jangan jadi anak yang durhaka yaa !!! ____ FOLLOW : πŸ‘‡πŸ‘‡ @jokowi_1agi @akubtp @adianna70fans @djarot_sumut1 @janethesfans Dukung akun nasionalis, semakin banyak yang ikut semakin kuat kita hadapi Hoax Hoax. - Yang mau order Kaos Jokowi Follow ya πŸ‘‰ @jokowistore - #Jokowi1PeriodeLagi #IstanaMerdeka #MarufAmin1KaliLagi #2019TetapJokowi #jokowiamin #2019JokowiLagi #jokowi #jokowidodoMaRuf2019 #jokowipresidenku #presidenjokowi #ahok #jokowiduaperiode #MenujuIndonesiaMaju #prabowo #ahokers #salamsatujempol #cawapres2019 #01 #01JokowiLagi #01jokowisekalilagi #01IndonesiaMaju #jokowicerdas #prabowo #prabowosubianto #jokowi #01indonesiamaju #lupabapak #bukalapak

532103
16 hours ago

#regrann @adianna70fans Jangan biarkan orang baik berjuang sendiri. - Semua nyata dan terus dikerjakan, lanjut 1 Periode LagiπŸ‘ ___ FOLLOW : πŸ‘‡πŸ‘‡ @jokowi_1agi @akubtp @adianna70fans @djarot_sumut1 @janethesfans Dukung akun nasionalis, semakin banyak yang ikut semakin kuat kita hadapi Hoax Hoax. - Yang mau order Kaos Jokowi Follow ya πŸ‘‰ @jokowistore - #Jokowi1PeriodeLagi #IstanaMerdeka #MarufAmin1KaliLagi #2019TetapJokowi #jokowiamin #2019JokowiLagi #jokowi #jokowidodoMaRuf2019 #jokowipresidenku #presidenjokowi #ahok #jokowiduaperiode #MenujuIndonesiaMaju #prabowo #ahokers #salamsatujempol #cawapres2019 #01 #01JokowiLagi #01jokowisekalilagi #01IndonesiaMaju #jokowicerdas #prabowo #prabowosubianto #jokowi #01indonesiamaju #01jokowilagi #gusdurian

2375
16 hours ago

Yang cantiq yang ganteng yang tampan yang manis aja dukung pasangan DILDO nomor ngurut 10 ( 1 dan 0 ) masak elu yang kayak ampas @kopi.jhony aja ga ngedukung,, gimanee sii πŸ˜‚πŸ˜‚ . . . ............. #smackqueenyaqueen #nurhadialdo #nurhadialdo2019 #capres2019 #cawapres2019 #indonesia #indonesiatronjaltronjolmahaasyik #dildoforindonesia #yaqueen #pasangandildo #dildo #2019 #mahaasyik #aceh #viral #viralindonesia #80jt #10yearschallenge #10yearchallenge #flf #lfl #beritaterkini #beritaheboh #bukalapak #uninstallbukalapak

271
16 hours ago

#Repost @jokowi.maruf (@get_repost) ・・・ Selebritis ternama Raffi Ahmad mendatangi kediaman KH. Ma'ruf Amin. Pertemuan itu dimanfaatkan betul oleh Raffi untuk berbincang2 tentang banyak hal. Suami Nagita Slavina ini mengaku terkesan. Di matanya Cawapres Nomor Urut 01 ini sangat mengapresiasi anak-anak muda seperti dirinya. Raffi pun tak lupa mendoakan beliau meraih sukses dalam setiap perjuangannya. Di atas semuanya, Raffi mendapat sorban dan jas khusus dari Kiai Ma'ruf Amin. . . . from @lapakkiyaimaruf . #jokowimarufamin #jokowi2periode #marufamin #marufamin2019 #kiyaimarufamin #projo #pilpres2019 #pilpresdamai #jokowimarufamin #capres2019 #cawapres2019 #arusbawahjokowi #jokowi.maruf #jokowi2periode #relawankurma #kurma #rumahkurma #timsesjokowimarufamin #salamwaras #salam1jempol #salam1jari #wongbantenmilihwongbanten #ekonomikeumatan #gemasulut #raffiahmad #raffinagita1717

120
16 hours ago

Menang Saja Belum, Prabowo Malah Sudah Bagi-Bagi Kursi Menteri Meski belum menang Pemilihan Presiden, Prabowo Subianto sudah sesumbar kabinet yang dibentuknya kelak. Bahkan, capres nomor urut 02 itu telah menyiapkan sejumlah nama yang bakal mengisi kursi menteri. Adanya penyusunan kabinet sebelum momen pencoblosan seperti ini menunjukkan bahwa Prabowo memang sudah membagi-bagi janji kepada beberapa pihak. Politik transaksional tak terelakkan lagi. Menanggai itu, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate agak heran. Karena pemilihan Presiden ini adalah memilih Presiden dan Wakilnya, bukan kabinet. Pernyataan Prabowo soal kabinet itu, menurutnya, hanyalah taktik untuk menyemangati tim suksesnya. Itu adalah teknik perangkap buaya. Johnny menyebut cara itu sengaja dilakukan Prabowo agar orang-orang di sekitarnya terpacu bekerja keras karena elektabilitas Prabowo dinilai Johnny stagnan. Dia menyebut cara Prabowo itu seolah memberi harapan bagi koalisinya untuk selalu semangat. Hal itu merupakan respon atas stagnannya tren elektabilitas Prabowo pada kisaran 33 persen dengan perbedaan keunggulan Jokowi yang lebih dari 20 persen. Karenanya, dia memberi harapan pada calon menteri koalisinya. Sementara itu, menurut Direktur Program TKN Jokowi-Maruf Amin, Aria Bima, menyatakan bahwa pemilu adalah pemilihan presiden dan wakil presiden. Sehingga tidak terbesit pembicaraan soal menteri di TKN. Politisi Perjuangan itu menjelaskan bahwa TKN fokus untuk bertempur jelang Pilpres April mendatang. Bila sudah menang, mereka baru akan menyusun kabinet. Di sinilah perbedan antara Prabowo dan Jokowi. Lucunya, kubu Prabowo itu terburu-buru membicarakan kursi menteri untuk bagi-bagi kekuasaan. Padahal, posisi mereka masih kalah. Seharusnya fokus menang dulu, kalau sudah menang baru bicara soal menteri. Mungkin Prabowo sudah kepedean kalau ia bakal menang dalam Pilpres 2019. Capres yang terlanjur 'kebelet' memang seperti itu. #pemilu2019 #pemiluserentak2019 #pemiluserentak #pemilu #politikindonesia #politikus #politik #pilpres #pilpres2019 #capres #capres2019 #cawapres2019 #cawapres

10
16 hours ago

Menang Saja Belum, Prabowo Malah Sudah Bagi-Bagi Kursi Menteri Meski belum menang Pemilihan Presiden, Prabowo Subianto sudah sesumbar kabinet yang dibentuknya kelak. Bahkan, capres nomor urut 02 itu telah menyiapkan sejumlah nama yang bakal mengisi kursi menteri. Adanya penyusunan kabinet sebelum momen pencoblosan seperti ini menunjukkan bahwa Prabowo memang sudah membagi-bagi janji kepada beberapa pihak. Politik transaksional tak terelakkan lagi. Menanggai itu, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate agak heran. Karena pemilihan Presiden ini adalah memilih Presiden dan Wakilnya, bukan kabinet. Pernyataan Prabowo soal kabinet itu, menurutnya, hanyalah taktik untuk menyemangati tim suksesnya. Itu adalah teknik perangkap buaya. Johnny menyebut cara itu sengaja dilakukan Prabowo agar orang-orang di sekitarnya terpacu bekerja keras karena elektabilitas Prabowo dinilai Johnny stagnan. Dia menyebut cara Prabowo itu seolah memberi harapan bagi koalisinya untuk selalu semangat. Hal itu merupakan respon atas stagnannya tren elektabilitas Prabowo pada kisaran 33 persen dengan perbedaan keunggulan Jokowi yang lebih dari 20 persen. Karenanya, dia memberi harapan pada calon menteri koalisinya. Sementara itu, menurut Direktur Program TKN Jokowi-Maruf Amin, Aria Bima, menyatakan bahwa pemilu adalah pemilihan presiden dan wakil presiden. Sehingga tidak terbesit pembicaraan soal menteri di TKN. Politisi Perjuangan itu menjelaskan bahwa TKN fokus untuk bertempur jelang Pilpres April mendatang. Bila sudah menang, mereka baru akan menyusun kabinet. Di sinilah perbedan antara Prabowo dan Jokowi. Lucunya, kubu Prabowo itu terburu-buru membicarakan kursi menteri untuk bagi-bagi kekuasaan. Padahal, posisi mereka masih kalah. Seharusnya fokus menang dulu, kalau sudah menang baru bicara soal menteri. Mungkin Prabowo sudah kepedean kalau ia bakal menang dalam Pilpres 2019. Capres yang terlanjur 'kebelet' memang seperti itu. #pemilu2019 #pemiluserentak2019 #pemiluserentak #pemilu #politikindonesia #politikus #politik #pilpres #pilpres2019 #capres #capres2019 #cawapres2019 #cawapres

11
16 hours ago

Menang Saja Belum, Prabowo Malah Sudah Bagi-Bagi Kursi Menteri Meski belum menang Pemilihan Presiden, Prabowo Subianto sudah sesumbar kabinet yang dibentuknya kelak. Bahkan, capres nomor urut 02 itu telah menyiapkan sejumlah nama yang bakal mengisi kursi menteri. Adanya penyusunan kabinet sebelum momen pencoblosan seperti ini menunjukkan bahwa Prabowo memang sudah membagi-bagi janji kepada beberapa pihak. Politik transaksional tak terelakkan lagi. Menanggai itu, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate agak heran. Karena pemilihan Presiden ini adalah memilih Presiden dan Wakilnya, bukan kabinet. Pernyataan Prabowo soal kabinet itu, menurutnya, hanyalah taktik untuk menyemangati tim suksesnya. Itu adalah teknik perangkap buaya. Johnny menyebut cara itu sengaja dilakukan Prabowo agar orang-orang di sekitarnya terpacu bekerja keras karena elektabilitas Prabowo dinilai Johnny stagnan. Dia menyebut cara Prabowo itu seolah memberi harapan bagi koalisinya untuk selalu semangat. Hal itu merupakan respon atas stagnannya tren elektabilitas Prabowo pada kisaran 33 persen dengan perbedaan keunggulan Jokowi yang lebih dari 20 persen. Karenanya, dia memberi harapan pada calon menteri koalisinya. Sementara itu, menurut Direktur Program TKN Jokowi-Maruf Amin, Aria Bima, menyatakan bahwa pemilu adalah pemilihan presiden dan wakil presiden. Sehingga tidak terbesit pembicaraan soal menteri di TKN. Politisi Perjuangan itu menjelaskan bahwa TKN fokus untuk bertempur jelang Pilpres April mendatang. Bila sudah menang, mereka baru akan menyusun kabinet. Di sinilah perbedan antara Prabowo dan Jokowi. Lucunya, kubu Prabowo itu terburu-buru membicarakan kursi menteri untuk bagi-bagi kekuasaan. Padahal, posisi mereka masih kalah. Seharusnya fokus menang dulu, kalau sudah menang baru bicara soal menteri. Mungkin Prabowo sudah kepedean kalau ia bakal menang dalam Pilpres 2019. Capres yang terlanjur 'kebelet' memang seperti itu. #pemilu2019 #pemiluserentak2019 #pemiluserentak #pemilu #politikindonesia #politikus #politik #pilpres #pilpres2019 #capres #capres2019 #cawapres2019 #cawapres

10
16 hours ago

Menang Saja Belum, Prabowo Malah Sudah Bagi-Bagi Kursi Menteri Meski belum menang Pemilihan Presiden, Prabowo Subianto sudah sesumbar kabinet yang dibentuknya kelak. Bahkan, capres nomor urut 02 itu telah menyiapkan sejumlah nama yang bakal mengisi kursi menteri. Adanya penyusunan kabinet sebelum momen pencoblosan seperti ini menunjukkan bahwa Prabowo memang sudah membagi-bagi janji kepada beberapa pihak. Politik transaksional tak terelakkan lagi. Menanggai itu, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate agak heran. Karena pemilihan Presiden ini adalah memilih Presiden dan Wakilnya, bukan kabinet. Pernyataan Prabowo soal kabinet itu, menurutnya, hanyalah taktik untuk menyemangati tim suksesnya. Itu adalah teknik perangkap buaya. Johnny menyebut cara itu sengaja dilakukan Prabowo agar orang-orang di sekitarnya terpacu bekerja keras karena elektabilitas Prabowo dinilai Johnny stagnan. Dia menyebut cara Prabowo itu seolah memberi harapan bagi koalisinya untuk selalu semangat. Hal itu merupakan respon atas stagnannya tren elektabilitas Prabowo pada kisaran 33 persen dengan perbedaan keunggulan Jokowi yang lebih dari 20 persen. Karenanya, dia memberi harapan pada calon menteri koalisinya. Sementara itu, menurut Direktur Program TKN Jokowi-Maruf Amin, Aria Bima, menyatakan bahwa pemilu adalah pemilihan presiden dan wakil presiden. Sehingga tidak terbesit pembicaraan soal menteri di TKN. Politisi Perjuangan itu menjelaskan bahwa TKN fokus untuk bertempur jelang Pilpres April mendatang. Bila sudah menang, mereka baru akan menyusun kabinet. Di sinilah perbedan antara Prabowo dan Jokowi. Lucunya, kubu Prabowo itu terburu-buru membicarakan kursi menteri untuk bagi-bagi kekuasaan. Padahal, posisi mereka masih kalah. Seharusnya fokus menang dulu, kalau sudah menang baru bicara soal menteri. Mungkin Prabowo sudah kepedean kalau ia bakal menang dalam Pilpres 2019. Capres yang terlanjur 'kebelet' memang seperti itu. #pemilu2019 #pemiluserentak2019 #pemiluserentak #pemilu #politikindonesia #politikus #politik #pilpres #pilpres2019 #capres #capres2019 #cawapres2019 #cawapres

20
17 hours ago

Menang Saja Belum, Prabowo Malah Sudah Bagi-Bagi Kursi Menteri Meski belum menang Pemilihan Presiden, Prabowo Subianto sudah sesumbar kabinet yang dibentuknya kelak. Bahkan, capres nomor urut 02 itu telah menyiapkan sejumlah nama yang bakal mengisi kursi menteri. Adanya penyusunan kabinet sebelum momen pencoblosan seperti ini menunjukkan bahwa Prabowo memang sudah membagi-bagi janji kepada beberapa pihak. Politik transaksional tak terelakkan lagi. Menanggai itu, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate agak heran. Karena pemilihan Presiden ini adalah memilih Presiden dan Wakilnya, bukan kabinet. Pernyataan Prabowo soal kabinet itu, menurutnya, hanyalah taktik untuk menyemangati tim suksesnya. Itu adalah teknik perangkap buaya. Johnny menyebut cara itu sengaja dilakukan Prabowo agar orang-orang di sekitarnya terpacu bekerja keras karena elektabilitas Prabowo dinilai Johnny stagnan. Dia menyebut cara Prabowo itu seolah memberi harapan bagi koalisinya untuk selalu semangat. Hal itu merupakan respon atas stagnannya tren elektabilitas Prabowo pada kisaran 33 persen dengan perbedaan keunggulan Jokowi yang lebih dari 20 persen. Karenanya, dia memberi harapan pada calon menteri koalisinya. Sementara itu, menurut Direktur Program TKN Jokowi-Maruf Amin, Aria Bima, menyatakan bahwa pemilu adalah pemilihan presiden dan wakil presiden. Sehingga tidak terbesit pembicaraan soal menteri di TKN. Politisi Perjuangan itu menjelaskan bahwa TKN fokus untuk bertempur jelang Pilpres April mendatang. Bila sudah menang, mereka baru akan menyusun kabinet. Di sinilah perbedan antara Prabowo dan Jokowi. Lucunya, kubu Prabowo itu terburu-buru membicarakan kursi menteri untuk bagi-bagi kekuasaan. Padahal, posisi mereka masih kalah. Seharusnya fokus menang dulu, kalau sudah menang baru bicara soal menteri. Mungkin Prabowo sudah kepedean kalau ia bakal menang dalam Pilpres 2019. Capres yang terlanjur 'kebelet' memang seperti itu. #pemilu2019 #pemiluserentak2019 #pemiluserentak #pemilu #politikindonesia #politikus #politik #pilpres #pilpres2019 #capres #capres2019 #cawapres2019 #cawapres

00
17 hours ago

Menang Saja Belum, Prabowo Malah Sudah Bagi-Bagi Kursi Menteri Meski belum menang Pemilihan Presiden, Prabowo Subianto sudah sesumbar kabinet yang dibentuknya kelak. Bahkan, capres nomor urut 02 itu telah menyiapkan sejumlah nama yang bakal mengisi kursi menteri. Adanya penyusunan kabinet sebelum momen pencoblosan seperti ini menunjukkan bahwa Prabowo memang sudah membagi-bagi janji kepada beberapa pihak. Politik transaksional tak terelakkan lagi. Menanggai itu, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate agak heran. Karena pemilihan Presiden ini adalah memilih Presiden dan Wakilnya, bukan kabinet. Pernyataan Prabowo soal kabinet itu, menurutnya, hanyalah taktik untuk menyemangati tim suksesnya. Itu adalah teknik perangkap buaya. Johnny menyebut cara itu sengaja dilakukan Prabowo agar orang-orang di sekitarnya terpacu bekerja keras karena elektabilitas Prabowo dinilai Johnny stagnan. Dia menyebut cara Prabowo itu seolah memberi harapan bagi koalisinya untuk selalu semangat. Hal itu merupakan respon atas stagnannya tren elektabilitas Prabowo pada kisaran 33 persen dengan perbedaan keunggulan Jokowi yang lebih dari 20 persen. Karenanya, dia memberi harapan pada calon menteri koalisinya. Sementara itu, menurut Direktur Program TKN Jokowi-Maruf Amin, Aria Bima, menyatakan bahwa pemilu adalah pemilihan presiden dan wakil presiden. Sehingga tidak terbesit pembicaraan soal menteri di TKN. Politisi Perjuangan itu menjelaskan bahwa TKN fokus untuk bertempur jelang Pilpres April mendatang. Bila sudah menang, mereka baru akan menyusun kabinet. Di sinilah perbedan antara Prabowo dan Jokowi. Lucunya, kubu Prabowo itu terburu-buru membicarakan kursi menteri untuk bagi-bagi kekuasaan. Padahal, posisi mereka masih kalah. Seharusnya fokus menang dulu, kalau sudah menang baru bicara soal menteri. Mungkin Prabowo sudah kepedean kalau ia bakal menang dalam Pilpres 2019. Capres yang terlanjur 'kebelet' memang seperti itu. #pemilu2019 #pemiluserentak2019 #pemiluserentak #pemilu #politikindonesia #politikus #politik #pilpres #pilpres2019 #capres #capres2019 #cawapres2019 #cawapres

01
17 hours ago

Menang Saja Belum, Prabowo Malah Sudah Bagi-Bagi Kursi Menteri Meski belum menang Pemilihan Presiden, Prabowo Subianto sudah sesumbar kabinet yang dibentuknya kelak. Bahkan, capres nomor urut 02 itu telah menyiapkan sejumlah nama yang bakal mengisi kursi menteri. Adanya penyusunan kabinet sebelum momen pencoblosan seperti ini menunjukkan bahwa Prabowo memang sudah membagi-bagi janji kepada beberapa pihak. Politik transaksional tak terelakkan lagi. Menanggai itu, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate agak heran. Karena pemilihan Presiden ini adalah memilih Presiden dan Wakilnya, bukan kabinet. Pernyataan Prabowo soal kabinet itu, menurutnya, hanyalah taktik untuk menyemangati tim suksesnya. Itu adalah teknik perangkap buaya. Johnny menyebut cara itu sengaja dilakukan Prabowo agar orang-orang di sekitarnya terpacu bekerja keras karena elektabilitas Prabowo dinilai Johnny stagnan. Dia menyebut cara Prabowo itu seolah memberi harapan bagi koalisinya untuk selalu semangat. Hal itu merupakan respon atas stagnannya tren elektabilitas Prabowo pada kisaran 33 persen dengan perbedaan keunggulan Jokowi yang lebih dari 20 persen. Karenanya, dia memberi harapan pada calon menteri koalisinya. Sementara itu, menurut Direktur Program TKN Jokowi-Maruf Amin, Aria Bima, menyatakan bahwa pemilu adalah pemilihan presiden dan wakil presiden. Sehingga tidak terbesit pembicaraan soal menteri di TKN. Politisi Perjuangan itu menjelaskan bahwa TKN fokus untuk bertempur jelang Pilpres April mendatang. Bila sudah menang, mereka baru akan menyusun kabinet. Di sinilah perbedan antara Prabowo dan Jokowi. Lucunya, kubu Prabowo itu terburu-buru membicarakan kursi menteri untuk bagi-bagi kekuasaan. Padahal, posisi mereka masih kalah. Seharusnya fokus menang dulu, kalau sudah menang baru bicara soal menteri. Mungkin Prabowo sudah kepedean kalau ia bakal menang dalam Pilpres 2019. Capres yang terlanjur 'kebelet' memang seperti itu. #pemilu2019 #pemiluserentak2019 #pemiluserentak #pemilu #politikindonesia #politikus #politik #pilpres #pilpres2019 #capres #capres2019 #cawapres2019 #cawapres

10
17 hours ago

Menang Saja Belum, Prabowo Malah Sudah Bagi-Bagi Kursi Menteri Meski belum menang Pemilihan Presiden, Prabowo Subianto sudah sesumbar kabinet yang dibentuknya kelak. Bahkan, capres nomor urut 02 itu telah menyiapkan sejumlah nama yang bakal mengisi kursi menteri. Adanya penyusunan kabinet sebelum momen pencoblosan seperti ini menunjukkan bahwa Prabowo memang sudah membagi-bagi janji kepada beberapa pihak. Politik transaksional tak terelakkan lagi. Menanggai itu, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate agak heran. Karena pemilihan Presiden ini adalah memilih Presiden dan Wakilnya, bukan kabinet. Pernyataan Prabowo soal kabinet itu, menurutnya, hanyalah taktik untuk menyemangati tim suksesnya. Itu adalah teknik perangkap buaya. Johnny menyebut cara itu sengaja dilakukan Prabowo agar orang-orang di sekitarnya terpacu bekerja keras karena elektabilitas Prabowo dinilai Johnny stagnan. Dia menyebut cara Prabowo itu seolah memberi harapan bagi koalisinya untuk selalu semangat. Hal itu merupakan respon atas stagnannya tren elektabilitas Prabowo pada kisaran 33 persen dengan perbedaan keunggulan Jokowi yang lebih dari 20 persen. Karenanya, dia memberi harapan pada calon menteri koalisinya. Sementara itu, menurut Direktur Program TKN Jokowi-Maruf Amin, Aria Bima, menyatakan bahwa pemilu adalah pemilihan presiden dan wakil presiden. Sehingga tidak terbesit pembicaraan soal menteri di TKN. Politisi Perjuangan itu menjelaskan bahwa TKN fokus untuk bertempur jelang Pilpres April mendatang. Bila sudah menang, mereka baru akan menyusun kabinet. Di sinilah perbedan antara Prabowo dan Jokowi. Lucunya, kubu Prabowo itu terburu-buru membicarakan kursi menteri untuk bagi-bagi kekuasaan. Padahal, posisi mereka masih kalah. Seharusnya fokus menang dulu, kalau sudah menang baru bicara soal menteri. Mungkin Prabowo sudah kepedean kalau ia bakal menang dalam Pilpres 2019. Capres yang terlanjur 'kebelet' memang seperti itu. #pemilu2019 #pemiluserentak2019 #pemiluserentak #pemilu #politikindonesia #politikus #politik #pilpres #pilpres2019 #capres #capres2019 #cawapres2019 #cawapres

30
17 hours ago

Menang Saja Belum, Prabowo Malah Sudah Bagi-Bagi Kursi Menteri Meski belum menang Pemilihan Presiden, Prabowo Subianto sudah sesumbar kabinet yang dibentuknya kelak. Bahkan, capres nomor urut 02 itu telah menyiapkan sejumlah nama yang bakal mengisi kursi menteri. Adanya penyusunan kabinet sebelum momen pencoblosan seperti ini menunjukkan bahwa Prabowo memang sudah membagi-bagi janji kepada beberapa pihak. Politik transaksional tak terelakkan lagi. Menanggai itu, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate agak heran. Karena pemilihan Presiden ini adalah memilih Presiden dan Wakilnya, bukan kabinet. Pernyataan Prabowo soal kabinet itu, menurutnya, hanyalah taktik untuk menyemangati tim suksesnya. Itu adalah teknik perangkap buaya. Johnny menyebut cara itu sengaja dilakukan Prabowo agar orang-orang di sekitarnya terpacu bekerja keras karena elektabilitas Prabowo dinilai Johnny stagnan. Dia menyebut cara Prabowo itu seolah memberi harapan bagi koalisinya untuk selalu semangat. Hal itu merupakan respon atas stagnannya tren elektabilitas Prabowo pada kisaran 33 persen dengan perbedaan keunggulan Jokowi yang lebih dari 20 persen. Karenanya, dia memberi harapan pada calon menteri koalisinya. Sementara itu, menurut Direktur Program TKN Jokowi-Maruf Amin, Aria Bima, menyatakan bahwa pemilu adalah pemilihan presiden dan wakil presiden. Sehingga tidak terbesit pembicaraan soal menteri di TKN. Politisi Perjuangan itu menjelaskan bahwa TKN fokus untuk bertempur jelang Pilpres April mendatang. Bila sudah menang, mereka baru akan menyusun kabinet. Di sinilah perbedan antara Prabowo dan Jokowi. Lucunya, kubu Prabowo itu terburu-buru membicarakan kursi menteri untuk bagi-bagi kekuasaan. Padahal, posisi mereka masih kalah. Seharusnya fokus menang dulu, kalau sudah menang baru bicara soal menteri. Mungkin Prabowo sudah kepedean kalau ia bakal menang dalam Pilpres 2019. Capres yang terlanjur 'kebelet' memang seperti itu. #pemilu2019 #pemiluserentak2019 #pemiluserentak #pemilu #politikindonesia #politikus #politik #pilpres #pilpres2019 #capres #capres2019 #cawapres2019 #cawapres

00
17 hours ago

Menang Saja Belum, Prabowo Malah Sudah Bagi-Bagi Kursi Menteri Meski belum menang Pemilihan Presiden, Prabowo Subianto sudah sesumbar kabinet yang dibentuknya kelak. Bahkan, capres nomor urut 02 itu telah menyiapkan sejumlah nama yang bakal mengisi kursi menteri. Adanya penyusunan kabinet sebelum momen pencoblosan seperti ini menunjukkan bahwa Prabowo memang sudah membagi-bagi janji kepada beberapa pihak. Politik transaksional tak terelakkan lagi. Menanggai itu, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate agak heran. Karena pemilihan Presiden ini adalah memilih Presiden dan Wakilnya, bukan kabinet. Pernyataan Prabowo soal kabinet itu, menurutnya, hanyalah taktik untuk menyemangati tim suksesnya. Itu adalah teknik perangkap buaya. Johnny menyebut cara itu sengaja dilakukan Prabowo agar orang-orang di sekitarnya terpacu bekerja keras karena elektabilitas Prabowo dinilai Johnny stagnan. Dia menyebut cara Prabowo itu seolah memberi harapan bagi koalisinya untuk selalu semangat. Hal itu merupakan respon atas stagnannya tren elektabilitas Prabowo pada kisaran 33 persen dengan perbedaan keunggulan Jokowi yang lebih dari 20 persen. Karenanya, dia memberi harapan pada calon menteri koalisinya. Sementara itu, menurut Direktur Program TKN Jokowi-Maruf Amin, Aria Bima, menyatakan bahwa pemilu adalah pemilihan presiden dan wakil presiden. Sehingga tidak terbesit pembicaraan soal menteri di TKN. Politisi Perjuangan itu menjelaskan bahwa TKN fokus untuk bertempur jelang Pilpres April mendatang. Bila sudah menang, mereka baru akan menyusun kabinet. Di sinilah perbedan antara Prabowo dan Jokowi. Lucunya, kubu Prabowo itu terburu-buru membicarakan kursi menteri untuk bagi-bagi kekuasaan. Padahal, posisi mereka masih kalah. Seharusnya fokus menang dulu, kalau sudah menang baru bicara soal menteri. Mungkin Prabowo sudah kepedean kalau ia bakal menang dalam Pilpres 2019. Capres yang terlanjur 'kebelet' memang seperti itu. #pemilu2019 #pemiluserentak2019 #pemiluserentak #pemilu #politikindonesia #politikus #politik #pilpres #pilpres2019 #capres #capres2019 #cawapres2019 #cawapres

20
17 hours ago

Menang Saja Belum, Prabowo Malah Sudah Bagi-Bagi Kursi Menteri Meski belum menang Pemilihan Presiden, Prabowo Subianto sudah sesumbar kabinet yang dibentuknya kelak. Bahkan, capres nomor urut 02 itu telah menyiapkan sejumlah nama yang bakal mengisi kursi menteri. Adanya penyusunan kabinet sebelum momen pencoblosan seperti ini menunjukkan bahwa Prabowo memang sudah membagi-bagi janji kepada beberapa pihak. Politik transaksional tak terelakkan lagi. Menanggai itu, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate agak heran. Karena pemilihan Presiden ini adalah memilih Presiden dan Wakilnya, bukan kabinet. Pernyataan Prabowo soal kabinet itu, menurutnya, hanyalah taktik untuk menyemangati tim suksesnya. Itu adalah teknik perangkap buaya. Johnny menyebut cara itu sengaja dilakukan Prabowo agar orang-orang di sekitarnya terpacu bekerja keras karena elektabilitas Prabowo dinilai Johnny stagnan. Dia menyebut cara Prabowo itu seolah memberi harapan bagi koalisinya untuk selalu semangat. Hal itu merupakan respon atas stagnannya tren elektabilitas Prabowo pada kisaran 33 persen dengan perbedaan keunggulan Jokowi yang lebih dari 20 persen. Karenanya, dia memberi harapan pada calon menteri koalisinya. Sementara itu, menurut Direktur Program TKN Jokowi-Maruf Amin, Aria Bima, menyatakan bahwa pemilu adalah pemilihan presiden dan wakil presiden. Sehingga tidak terbesit pembicaraan soal menteri di TKN. Politisi Perjuangan itu menjelaskan bahwa TKN fokus untuk bertempur jelang Pilpres April mendatang. Bila sudah menang, mereka baru akan menyusun kabinet. Di sinilah perbedan antara Prabowo dan Jokowi. Lucunya, kubu Prabowo itu terburu-buru membicarakan kursi menteri untuk bagi-bagi kekuasaan. Padahal, posisi mereka masih kalah. Seharusnya fokus menang dulu, kalau sudah menang baru bicara soal menteri. Mungkin Prabowo sudah kepedean kalau ia bakal menang dalam Pilpres 2019. Capres yang terlanjur 'kebelet' memang seperti itu. #pemilu2019 #pemiluserentak2019 #pemiluserentak #pemilu #politikindonesia #politikus #politik #pilpres #pilpres2019 #capres #capres2019 #cawapres2019 #cawapres

31
17 hours ago

Menang Saja Belum, Prabowo Malah Sudah Bagi-Bagi Kursi Menteri Meski belum menang Pemilihan Presiden, Prabowo Subianto sudah sesumbar kabinet yang dibentuknya kelak. Bahkan, capres nomor urut 02 itu telah menyiapkan sejumlah nama yang bakal mengisi kursi menteri. Adanya penyusunan kabinet sebelum momen pencoblosan seperti ini menunjukkan bahwa Prabowo memang sudah membagi-bagi janji kepada beberapa pihak. Politik transaksional tak terelakkan lagi. Menanggai itu, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate agak heran. Karena pemilihan Presiden ini adalah memilih Presiden dan Wakilnya, bukan kabinet. Pernyataan Prabowo soal kabinet itu, menurutnya, hanyalah taktik untuk menyemangati tim suksesnya. Itu adalah teknik perangkap buaya. Johnny menyebut cara itu sengaja dilakukan Prabowo agar orang-orang di sekitarnya terpacu bekerja keras karena elektabilitas Prabowo dinilai Johnny stagnan. Dia menyebut cara Prabowo itu seolah memberi harapan bagi koalisinya untuk selalu semangat. Hal itu merupakan respon atas stagnannya tren elektabilitas Prabowo pada kisaran 33 persen dengan perbedaan keunggulan Jokowi yang lebih dari 20 persen. Karenanya, dia memberi harapan pada calon menteri koalisinya. Sementara itu, menurut Direktur Program TKN Jokowi-Maruf Amin, Aria Bima, menyatakan bahwa pemilu adalah pemilihan presiden dan wakil presiden. Sehingga tidak terbesit pembicaraan soal menteri di TKN. Politisi Perjuangan itu menjelaskan bahwa TKN fokus untuk bertempur jelang Pilpres April mendatang. Bila sudah menang, mereka baru akan menyusun kabinet. Di sinilah perbedan antara Prabowo dan Jokowi. Lucunya, kubu Prabowo itu terburu-buru membicarakan kursi menteri untuk bagi-bagi kekuasaan. Padahal, posisi mereka masih kalah. Seharusnya fokus menang dulu, kalau sudah menang baru bicara soal menteri. Mungkin Prabowo sudah kepedean kalau ia bakal menang dalam Pilpres 2019. Capres yang terlanjur 'kebelet' memang seperti itu. #pemilu2019 #pemiluserentak2019 #pemiluserentak #pemilu #politikindonesia #politikus #politik #pilpres #pilpres2019 #capres #capres2019 #cawapres2019 #cawapres

170
17 hours ago

Menang Saja Belum, Prabowo Malah Sudah Bagi-Bagi Kursi Menteri Meski belum menang Pemilihan Presiden, Prabowo Subianto sudah sesumbar kabinet yang dibentuknya kelak. Bahkan, capres nomor urut 02 itu telah menyiapkan sejumlah nama yang bakal mengisi kursi menteri. Adanya penyusunan kabinet sebelum momen pencoblosan seperti ini menunjukkan bahwa Prabowo memang sudah membagi-bagi janji kepada beberapa pihak. Politik transaksional tak terelakkan lagi. Menanggai itu, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate agak heran. Karena pemilihan Presiden ini adalah memilih Presiden dan Wakilnya, bukan kabinet. Pernyataan Prabowo soal kabinet itu, menurutnya, hanyalah taktik untuk menyemangati tim suksesnya. Itu adalah teknik perangkap buaya. Johnny menyebut cara itu sengaja dilakukan Prabowo agar orang-orang di sekitarnya terpacu bekerja keras karena elektabilitas Prabowo dinilai Johnny stagnan. Dia menyebut cara Prabowo itu seolah memberi harapan bagi koalisinya untuk selalu semangat. Hal itu merupakan respon atas stagnannya tren elektabilitas Prabowo pada kisaran 33 persen dengan perbedaan keunggulan Jokowi yang lebih dari 20 persen. Karenanya, dia memberi harapan pada calon menteri koalisinya. Sementara itu, menurut Direktur Program TKN Jokowi-Maruf Amin, Aria Bima, menyatakan bahwa pemilu adalah pemilihan presiden dan wakil presiden. Sehingga tidak terbesit pembicaraan soal menteri di TKN. Politisi Perjuangan itu menjelaskan bahwa TKN fokus untuk bertempur jelang Pilpres April mendatang. Bila sudah menang, mereka baru akan menyusun kabinet. Di sinilah perbedan antara Prabowo dan Jokowi. Lucunya, kubu Prabowo itu terburu-buru membicarakan kursi menteri untuk bagi-bagi kekuasaan. Padahal, posisi mereka masih kalah. Seharusnya fokus menang dulu, kalau sudah menang baru bicara soal menteri. Mungkin Prabowo sudah kepedean kalau ia bakal menang dalam Pilpres 2019. Capres yang terlanjur 'kebelet' memang seperti itu. #pemilu2019 #pemiluserentak2019 #pemiluserentak #pemilu #politikindonesia #politikus #politik #pilpres #pilpres2019 #capres #capres2019 #cawapres2019 #cawapres

111
17 hours ago

KAGET βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž– Follow dan support ig kami kak @pemilu_damai. βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž– #pemilu #pemilu2019 #pemilu_damai #pilpres2019 #damai #indonesiamenang #rezimpanik #indonesia #uninstalljokowi #ekonomiindonesia #2019gantipresiden #prabowo #212bukanuntukjokowi #kpuri #sandiuno #sandiagauno #jokowigagal #2019prabowopresiden #212 #hrs #pileg2019 #selamattinggaljkw #capres #cawapres #cawapres2019 #new #indonesiaadilmakmur #politikindonesia #popularpic #politik

142
17 hours ago

Menang Saja Belum, Prabowo Malah Sudah Bagi-Bagi Kursi Menteri Meski belum menang Pemilihan Presiden, Prabowo Subianto sudah sesumbar kabinet yang dibentuknya kelak. Bahkan, capres nomor urut 02 itu telah menyiapkan sejumlah nama yang bakal mengisi kursi menteri. Adanya penyusunan kabinet sebelum momen pencoblosan seperti ini menunjukkan bahwa Prabowo memang sudah membagi-bagi janji kepada beberapa pihak. Politik transaksional tak terelakkan lagi. Menanggai itu, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate agak heran. Karena pemilihan Presiden ini adalah memilih Presiden dan Wakilnya, bukan kabinet. Pernyataan Prabowo soal kabinet itu, menurutnya, hanyalah taktik untuk menyemangati tim suksesnya. Itu adalah teknik perangkap buaya. Johnny menyebut cara itu sengaja dilakukan Prabowo agar orang-orang di sekitarnya terpacu bekerja keras karena elektabilitas Prabowo dinilai Johnny stagnan. Dia menyebut cara Prabowo itu seolah memberi harapan bagi koalisinya untuk selalu semangat. Hal itu merupakan respon atas stagnannya tren elektabilitas Prabowo pada kisaran 33 persen dengan perbedaan keunggulan Jokowi yang lebih dari 20 persen. Karenanya, dia memberi harapan pada calon menteri koalisinya. Sementara itu, menurut Direktur Program TKN Jokowi-Maruf Amin, Aria Bima, menyatakan bahwa pemilu adalah pemilihan presiden dan wakil presiden. Sehingga tidak terbesit pembicaraan soal menteri di TKN. Politisi Perjuangan itu menjelaskan bahwa TKN fokus untuk bertempur jelang Pilpres April mendatang. Bila sudah menang, mereka baru akan menyusun kabinet. Di sinilah perbedan antara Prabowo dan Jokowi. Lucunya, kubu Prabowo itu terburu-buru membicarakan kursi menteri untuk bagi-bagi kekuasaan. Padahal, posisi mereka masih kalah. Seharusnya fokus menang dulu, kalau sudah menang baru bicara soal menteri. Mungkin Prabowo sudah kepedean kalau ia bakal menang dalam Pilpres 2019. Capres yang terlanjur 'kebelet' memang seperti itu. #pemilu2019 #pemiluserentak2019 #pemiluserentak #pemilu #politikindonesia #politikus #politik #pilpres #pilpres2019 #capres #capres2019 #cawapres2019 #cawapres

101
17 hours ago

Menang Saja Belum, Prabowo Malah Sudah Bagi-Bagi Kursi Menteri Meski belum menang Pemilihan Presiden, Prabowo Subianto sudah sesumbar kabinet yang dibentuknya kelak. Bahkan, capres nomor urut 02 itu telah menyiapkan sejumlah nama yang bakal mengisi kursi menteri. Adanya penyusunan kabinet sebelum momen pencoblosan seperti ini menunjukkan bahwa Prabowo memang sudah membagi-bagi janji kepada beberapa pihak. Politik transaksional tak terelakkan lagi. Menanggai itu, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate agak heran. Karena pemilihan Presiden ini adalah memilih Presiden dan Wakilnya, bukan kabinet. Pernyataan Prabowo soal kabinet itu, menurutnya, hanyalah taktik untuk menyemangati tim suksesnya. Itu adalah teknik perangkap buaya. Johnny menyebut cara itu sengaja dilakukan Prabowo agar orang-orang di sekitarnya terpacu bekerja keras karena elektabilitas Prabowo dinilai Johnny stagnan. Dia menyebut cara Prabowo itu seolah memberi harapan bagi koalisinya untuk selalu semangat. Hal itu merupakan respon atas stagnannya tren elektabilitas Prabowo pada kisaran 33 persen dengan perbedaan keunggulan Jokowi yang lebih dari 20 persen. Karenanya, dia memberi harapan pada calon menteri koalisinya. Sementara itu, menurut Direktur Program TKN Jokowi-Maruf Amin, Aria Bima, menyatakan bahwa pemilu adalah pemilihan presiden dan wakil presiden. Sehingga tidak terbesit pembicaraan soal menteri di TKN. Politisi Perjuangan itu menjelaskan bahwa TKN fokus untuk bertempur jelang Pilpres April mendatang. Bila sudah menang, mereka baru akan menyusun kabinet. Di sinilah perbedan antara Prabowo dan Jokowi. Lucunya, kubu Prabowo itu terburu-buru membicarakan kursi menteri untuk bagi-bagi kekuasaan. Padahal, posisi mereka masih kalah. Seharusnya fokus menang dulu, kalau sudah menang baru bicara soal menteri. Mungkin Prabowo sudah kepedean kalau ia bakal menang dalam Pilpres 2019. Capres yang terlanjur 'kebelet' memang seperti itu. #pemilu2019 #pemiluserentak2019 #pemiluserentak #pemilu #politikindonesia #politikus #politik #pilpres #pilpres2019 #capres #capres2019 #cawapres2019 #cawapres

40
17 hours ago

Menang Saja Belum, Prabowo Malah Sudah Bagi-Bagi Kursi Menteri Meski belum menang Pemilihan Presiden, Prabowo Subianto sudah sesumbar kabinet yang dibentuknya kelak. Bahkan, capres nomor urut 02 itu telah menyiapkan sejumlah nama yang bakal mengisi kursi menteri. Adanya penyusunan kabinet sebelum momen pencoblosan seperti ini menunjukkan bahwa Prabowo memang sudah membagi-bagi janji kepada beberapa pihak. Politik transaksional tak terelakkan lagi. Menanggai itu, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate agak heran. Karena pemilihan Presiden ini adalah memilih Presiden dan Wakilnya, bukan kabinet. Pernyataan Prabowo soal kabinet itu, menurutnya, hanyalah taktik untuk menyemangati tim suksesnya. Itu adalah teknik perangkap buaya. Johnny menyebut cara itu sengaja dilakukan Prabowo agar orang-orang di sekitarnya terpacu bekerja keras karena elektabilitas Prabowo dinilai Johnny stagnan. Dia menyebut cara Prabowo itu seolah memberi harapan bagi koalisinya untuk selalu semangat. Hal itu merupakan respon atas stagnannya tren elektabilitas Prabowo pada kisaran 33 persen dengan perbedaan keunggulan Jokowi yang lebih dari 20 persen. Karenanya, dia memberi harapan pada calon menteri koalisinya. Sementara itu, menurut Direktur Program TKN Jokowi-Maruf Amin, Aria Bima, menyatakan bahwa pemilu adalah pemilihan presiden dan wakil presiden. Sehingga tidak terbesit pembicaraan soal menteri di TKN. Politisi Perjuangan itu menjelaskan bahwa TKN fokus untuk bertempur jelang Pilpres April mendatang. Bila sudah menang, mereka baru akan menyusun kabinet. Di sinilah perbedan antara Prabowo dan Jokowi. Lucunya, kubu Prabowo itu terburu-buru membicarakan kursi menteri untuk bagi-bagi kekuasaan. Padahal, posisi mereka masih kalah. Seharusnya fokus menang dulu, kalau sudah menang baru bicara soal menteri. Mungkin Prabowo sudah kepedean kalau ia bakal menang dalam Pilpres 2019. Capres yang terlanjur 'kebelet' memang seperti itu. #pemilu2019 #pemiluserentak2019 #pemiluserentak #pemilu #politikindonesia #politikus #politik #pilpres #pilpres2019 #capres #capres2019 #cawapres2019 #cawapres

10
17 hours ago

Menang Saja Belum, Prabowo Malah Sudah Bagi-Bagi Kursi Menteri Meski belum menang Pemilihan Presiden, Prabowo Subianto sudah sesumbar kabinet yang dibentuknya kelak. Bahkan, capres nomor urut 02 itu telah menyiapkan sejumlah nama yang bakal mengisi kursi menteri. Adanya penyusunan kabinet sebelum momen pencoblosan seperti ini menunjukkan bahwa Prabowo memang sudah membagi-bagi janji kepada beberapa pihak. Politik transaksional tak terelakkan lagi. Menanggai itu, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate agak heran. Karena pemilihan Presiden ini adalah memilih Presiden dan Wakilnya, bukan kabinet. Pernyataan Prabowo soal kabinet itu, menurutnya, hanyalah taktik untuk menyemangati tim suksesnya. Itu adalah teknik perangkap buaya. Johnny menyebut cara itu sengaja dilakukan Prabowo agar orang-orang di sekitarnya terpacu bekerja keras karena elektabilitas Prabowo dinilai Johnny stagnan. Dia menyebut cara Prabowo itu seolah memberi harapan bagi koalisinya untuk selalu semangat. Hal itu merupakan respon atas stagnannya tren elektabilitas Prabowo pada kisaran 33 persen dengan perbedaan keunggulan Jokowi yang lebih dari 20 persen. Karenanya, dia memberi harapan pada calon menteri koalisinya. Sementara itu, menurut Direktur Program TKN Jokowi-Maruf Amin, Aria Bima, menyatakan bahwa pemilu adalah pemilihan presiden dan wakil presiden. Sehingga tidak terbesit pembicaraan soal menteri di TKN. Politisi Perjuangan itu menjelaskan bahwa TKN fokus untuk bertempur jelang Pilpres April mendatang. Bila sudah menang, mereka baru akan menyusun kabinet. Di sinilah perbedan antara Prabowo dan Jokowi. Lucunya, kubu Prabowo itu terburu-buru membicarakan kursi menteri untuk bagi-bagi kekuasaan. Padahal, posisi mereka masih kalah. Seharusnya fokus menang dulu, kalau sudah menang baru bicara soal menteri. Mungkin Prabowo sudah kepedean kalau ia bakal menang dalam Pilpres 2019. Capres yang terlanjur 'kebelet' memang seperti itu. #pemilu2019 #pemiluserentak2019 #pemiluserentak #pemilu #politikindonesia #politikus #politik #pilpres #pilpres2019 #capres #capres2019 #cawapres2019 #cawapres

31
17 hours ago

Menang Saja Belum, Prabowo Malah Sudah Bagi-Bagi Kursi Menteri Meski belum menang Pemilihan Presiden, Prabowo Subianto sudah sesumbar kabinet yang dibentuknya kelak. Bahkan, capres nomor urut 02 itu telah menyiapkan sejumlah nama yang bakal mengisi kursi menteri. Adanya penyusunan kabinet sebelum momen pencoblosan seperti ini menunjukkan bahwa Prabowo memang sudah membagi-bagi janji kepada beberapa pihak. Politik transaksional tak terelakkan lagi. Menanggai itu, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate agak heran. Karena pemilihan Presiden ini adalah memilih Presiden dan Wakilnya, bukan kabinet. Pernyataan Prabowo soal kabinet itu, menurutnya, hanyalah taktik untuk menyemangati tim suksesnya. Itu adalah teknik perangkap buaya. Johnny menyebut cara itu sengaja dilakukan Prabowo agar orang-orang di sekitarnya terpacu bekerja keras karena elektabilitas Prabowo dinilai Johnny stagnan. Dia menyebut cara Prabowo itu seolah memberi harapan bagi koalisinya untuk selalu semangat. Hal itu merupakan respon atas stagnannya tren elektabilitas Prabowo pada kisaran 33 persen dengan perbedaan keunggulan Jokowi yang lebih dari 20 persen. Karenanya, dia memberi harapan pada calon menteri koalisinya. Sementara itu, menurut Direktur Program TKN Jokowi-Maruf Amin, Aria Bima, menyatakan bahwa pemilu adalah pemilihan presiden dan wakil presiden. Sehingga tidak terbesit pembicaraan soal menteri di TKN. Politisi Perjuangan itu menjelaskan bahwa TKN fokus untuk bertempur jelang Pilpres April mendatang. Bila sudah menang, mereka baru akan menyusun kabinet. Di sinilah perbedan antara Prabowo dan Jokowi. Lucunya, kubu Prabowo itu terburu-buru membicarakan kursi menteri untuk bagi-bagi kekuasaan. Padahal, posisi mereka masih kalah. Seharusnya fokus menang dulu, kalau sudah menang baru bicara soal menteri. Mungkin Prabowo sudah kepedean kalau ia bakal menang dalam Pilpres 2019. Capres yang terlanjur 'kebelet' memang seperti itu. #pemilu2019 #pemiluserentak2019 #pemiluserentak #pemilu #politikindonesia #politikus #politik #pilpres #pilpres2019 #capres #capres2019 #cawapres2019 #cawapres

00
17 hours ago

Menang Saja Belum, Prabowo Malah Sudah Bagi-Bagi Kursi Menteri Meski belum menang Pemilihan Presiden, Prabowo Subianto sudah sesumbar kabinet yang dibentuknya kelak. Bahkan, capres nomor urut 02 itu telah menyiapkan sejumlah nama yang bakal mengisi kursi menteri. Adanya penyusunan kabinet sebelum momen pencoblosan seperti ini menunjukkan bahwa Prabowo memang sudah membagi-bagi janji kepada beberapa pihak. Politik transaksional tak terelakkan lagi. Menanggai itu, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate agak heran. Karena pemilihan Presiden ini adalah memilih Presiden dan Wakilnya, bukan kabinet. Pernyataan Prabowo soal kabinet itu, menurutnya, hanyalah taktik untuk menyemangati tim suksesnya. Itu adalah teknik perangkap buaya. Johnny menyebut cara itu sengaja dilakukan Prabowo agar orang-orang di sekitarnya terpacu bekerja keras karena elektabilitas Prabowo dinilai Johnny stagnan. Dia menyebut cara Prabowo itu seolah memberi harapan bagi koalisinya untuk selalu semangat. Hal itu merupakan respon atas stagnannya tren elektabilitas Prabowo pada kisaran 33 persen dengan perbedaan keunggulan Jokowi yang lebih dari 20 persen. Karenanya, dia memberi harapan pada calon menteri koalisinya. Sementara itu, menurut Direktur Program TKN Jokowi-Maruf Amin, Aria Bima, menyatakan bahwa pemilu adalah pemilihan presiden dan wakil presiden. Sehingga tidak terbesit pembicaraan soal menteri di TKN. Politisi Perjuangan itu menjelaskan bahwa TKN fokus untuk bertempur jelang Pilpres April mendatang. Bila sudah menang, mereka baru akan menyusun kabinet. Di sinilah perbedan antara Prabowo dan Jokowi. Lucunya, kubu Prabowo itu terburu-buru membicarakan kursi menteri untuk bagi-bagi kekuasaan. Padahal, posisi mereka masih kalah. Seharusnya fokus menang dulu, kalau sudah menang baru bicara soal menteri. Mungkin Prabowo sudah kepedean kalau ia bakal menang dalam Pilpres 2019. Capres yang terlanjur 'kebelet' memang seperti itu. #pemilu2019 #pemiluserentak2019 #pemiluserentak #pemilu #politikindonesia #politikus #politik #pilpres #pilpres2019 #capres #capres2019 #cawapres2019 #cawapres

90
17 hours ago

Menyibak Rekam Jejak Prabowo Subianto Bila anda mau menilai seorang kandidat pemimpin, maka lihatlah rekam jejaknya. Hal itu akan menjadi batu uji layak atau tidak dia menjadi pemimpin di kemudian hari. Untuk Prabowo Subianto, melihat rekam jejaknya, seperti melihat awan gelap. Ya, karena dia memiliki rentetan kisah kelam nan kejam dalam sejarah Indonesia. Ketika masa Reformasi, Prabowo terbukti pernah mau melakukan usaha kudeta, yakni mencoba merebut kekuasaan dari BJ Habibie saat menjabat Presiden RI. Kerena tindakan gegabah itu, Prabowo dicopot dari jabatannya sebagai Pangkostrad pada tahun 1998. Prabowo juga patut dicurigai sebagai penanggung jawab pembunuhan peragawati Dice. Atas perbuatan itu menyebabkan orang yang tidak bersalah dijadikan kambing hitam untuk menerima hukuman atas kejahatan yang tidak dilakukannya. Prabowo juga patut diduga terlibat dalam pembunuhan Wakil Asisten Logistik Kasad, Brigjen Koesmayadi pada tahun 2006. Ia kemudian menghindar dan melarikan diri dari pengadilan militer pasca keputusan DKP yang memecatnya dari keanggotaan sebagai TNI. Hingga sampai saat ini Prabowo belum pernah menjalani persidangan untuk mempertanggungjawabkan kejahatannya. Berikutnya, Prabowo telah melindungi korupsi Pius Lustrilanang Cs di BURT DPR dengan modus mark up anggaran renovasi ruang rapat Banggar DPR dan proyek di lingkungan Sekjen DPR. Melihat rekam jejak tersebut, Prabowo tidak layak menjadi pemimpin di masa depan. Jangan biarkan seseorang yang berlumuran darah dan dosa seperti itu menjadi Presiden RI. Prabowo adalah capres abadi dengan sejumlah dosa dan kejahatan masa lalu yang mengganjalnya untuk memenangkan setiap kontestasi politik Pilpres. Dengan banyaknya dosa dan kejahatan Prabowo itu, seharusnya Prabowo menyadari dirinya tak layak menjadi pemimpin di RI. #pemilu2019 #pemiluserentak2019 #pemiluserentak #pemilu #politikindonesia #politikus #politik #pilpres #pilpres2019 #capres #capres2019 #cawapres2019 #cawapres

00
17 hours ago

Menyibak Rekam Jejak Prabowo Subianto Bila anda mau menilai seorang kandidat pemimpin, maka lihatlah rekam jejaknya. Hal itu akan menjadi batu uji layak atau tidak dia menjadi pemimpin di kemudian hari. Untuk Prabowo Subianto, melihat rekam jejaknya, seperti melihat awan gelap. Ya, karena dia memiliki rentetan kisah kelam nan kejam dalam sejarah Indonesia. Ketika masa Reformasi, Prabowo terbukti pernah mau melakukan usaha kudeta, yakni mencoba merebut kekuasaan dari BJ Habibie saat menjabat Presiden RI. Kerena tindakan gegabah itu, Prabowo dicopot dari jabatannya sebagai Pangkostrad pada tahun 1998. Prabowo juga patut dicurigai sebagai penanggung jawab pembunuhan peragawati Dice. Atas perbuatan itu menyebabkan orang yang tidak bersalah dijadikan kambing hitam untuk menerima hukuman atas kejahatan yang tidak dilakukannya. Prabowo juga patut diduga terlibat dalam pembunuhan Wakil Asisten Logistik Kasad, Brigjen Koesmayadi pada tahun 2006. Ia kemudian menghindar dan melarikan diri dari pengadilan militer pasca keputusan DKP yang memecatnya dari keanggotaan sebagai TNI. Hingga sampai saat ini Prabowo belum pernah menjalani persidangan untuk mempertanggungjawabkan kejahatannya. Berikutnya, Prabowo telah melindungi korupsi Pius Lustrilanang Cs di BURT DPR dengan modus mark up anggaran renovasi ruang rapat Banggar DPR dan proyek di lingkungan Sekjen DPR. Melihat rekam jejak tersebut, Prabowo tidak layak menjadi pemimpin di masa depan. Jangan biarkan seseorang yang berlumuran darah dan dosa seperti itu menjadi Presiden RI. Prabowo adalah capres abadi dengan sejumlah dosa dan kejahatan masa lalu yang mengganjalnya untuk memenangkan setiap kontestasi politik Pilpres. Dengan banyaknya dosa dan kejahatan Prabowo itu, seharusnya Prabowo menyadari dirinya tak layak menjadi pemimpin di RI. #pemilu2019 #pemiluserentak2019 #pemiluserentak #pemilu #politikindonesia #politikus #politik #pilpres #pilpres2019 #capres #capres2019 #cawapres2019 #cawapres

70
17 hours ago

Menyibak Rekam Jejak Prabowo Subianto Bila anda mau menilai seorang kandidat pemimpin, maka lihatlah rekam jejaknya. Hal itu akan menjadi batu uji layak atau tidak dia menjadi pemimpin di kemudian hari. Untuk Prabowo Subianto, melihat rekam jejaknya, seperti melihat awan gelap. Ya, karena dia memiliki rentetan kisah kelam nan kejam dalam sejarah Indonesia. Ketika masa Reformasi, Prabowo terbukti pernah mau melakukan usaha kudeta, yakni mencoba merebut kekuasaan dari BJ Habibie saat menjabat Presiden RI. Kerena tindakan gegabah itu, Prabowo dicopot dari jabatannya sebagai Pangkostrad pada tahun 1998. Prabowo juga patut dicurigai sebagai penanggung jawab pembunuhan peragawati Dice. Atas perbuatan itu menyebabkan orang yang tidak bersalah dijadikan kambing hitam untuk menerima hukuman atas kejahatan yang tidak dilakukannya. Prabowo juga patut diduga terlibat dalam pembunuhan Wakil Asisten Logistik Kasad, Brigjen Koesmayadi pada tahun 2006. Ia kemudian menghindar dan melarikan diri dari pengadilan militer pasca keputusan DKP yang memecatnya dari keanggotaan sebagai TNI. Hingga sampai saat ini Prabowo belum pernah menjalani persidangan untuk mempertanggungjawabkan kejahatannya. Berikutnya, Prabowo telah melindungi korupsi Pius Lustrilanang Cs di BURT DPR dengan modus mark up anggaran renovasi ruang rapat Banggar DPR dan proyek di lingkungan Sekjen DPR. Melihat rekam jejak tersebut, Prabowo tidak layak menjadi pemimpin di masa depan. Jangan biarkan seseorang yang berlumuran darah dan dosa seperti itu menjadi Presiden RI. Prabowo adalah capres abadi dengan sejumlah dosa dan kejahatan masa lalu yang mengganjalnya untuk memenangkan setiap kontestasi politik Pilpres. Dengan banyaknya dosa dan kejahatan Prabowo itu, seharusnya Prabowo menyadari dirinya tak layak menjadi pemimpin di RI. #pemilu2019 #pemiluserentak2019 #pemiluserentak #pemilu #politikindonesia #politikus #politik #pilpres #pilpres2019 #capres #capres2019 #cawapres2019 #cawapres

10
17 hours ago

Menyibak Rekam Jejak Prabowo Subianto Bila anda mau menilai seorang kandidat pemimpin, maka lihatlah rekam jejaknya. Hal itu akan menjadi batu uji layak atau tidak dia menjadi pemimpin di kemudian hari. Untuk Prabowo Subianto, melihat rekam jejaknya, seperti melihat awan gelap. Ya, karena dia memiliki rentetan kisah kelam nan kejam dalam sejarah Indonesia. Ketika masa Reformasi, Prabowo terbukti pernah mau melakukan usaha kudeta, yakni mencoba merebut kekuasaan dari BJ Habibie saat menjabat Presiden RI. Kerena tindakan gegabah itu, Prabowo dicopot dari jabatannya sebagai Pangkostrad pada tahun 1998. Prabowo juga patut dicurigai sebagai penanggung jawab pembunuhan peragawati Dice. Atas perbuatan itu menyebabkan orang yang tidak bersalah dijadikan kambing hitam untuk menerima hukuman atas kejahatan yang tidak dilakukannya. Prabowo juga patut diduga terlibat dalam pembunuhan Wakil Asisten Logistik Kasad, Brigjen Koesmayadi pada tahun 2006. Ia kemudian menghindar dan melarikan diri dari pengadilan militer pasca keputusan DKP yang memecatnya dari keanggotaan sebagai TNI. Hingga sampai saat ini Prabowo belum pernah menjalani persidangan untuk mempertanggungjawabkan kejahatannya. Berikutnya, Prabowo telah melindungi korupsi Pius Lustrilanang Cs di BURT DPR dengan modus mark up anggaran renovasi ruang rapat Banggar DPR dan proyek di lingkungan Sekjen DPR. Melihat rekam jejak tersebut, Prabowo tidak layak menjadi pemimpin di masa depan. Jangan biarkan seseorang yang berlumuran darah dan dosa seperti itu menjadi Presiden RI. Prabowo adalah capres abadi dengan sejumlah dosa dan kejahatan masa lalu yang mengganjalnya untuk memenangkan setiap kontestasi politik Pilpres. Dengan banyaknya dosa dan kejahatan Prabowo itu, seharusnya Prabowo menyadari dirinya tak layak menjadi pemimpin di RI. #pemilu2019 #pemiluserentak2019 #pemiluserentak #pemilu #politikindonesia #politikus #politik #pilpres #pilpres2019 #capres #capres2019 #cawapres2019 #cawapres

01
17 hours ago

Menyibak Rekam Jejak Prabowo Subianto Bila anda mau menilai seorang kandidat pemimpin, maka lihatlah rekam jejaknya. Hal itu akan menjadi batu uji layak atau tidak dia menjadi pemimpin di kemudian hari. Untuk Prabowo Subianto, melihat rekam jejaknya, seperti melihat awan gelap. Ya, karena dia memiliki rentetan kisah kelam nan kejam dalam sejarah Indonesia. Ketika masa Reformasi, Prabowo terbukti pernah mau melakukan usaha kudeta, yakni mencoba merebut kekuasaan dari BJ Habibie saat menjabat Presiden RI. Kerena tindakan gegabah itu, Prabowo dicopot dari jabatannya sebagai Pangkostrad pada tahun 1998. Prabowo juga patut dicurigai sebagai penanggung jawab pembunuhan peragawati Dice. Atas perbuatan itu menyebabkan orang yang tidak bersalah dijadikan kambing hitam untuk menerima hukuman atas kejahatan yang tidak dilakukannya. Prabowo juga patut diduga terlibat dalam pembunuhan Wakil Asisten Logistik Kasad, Brigjen Koesmayadi pada tahun 2006. Ia kemudian menghindar dan melarikan diri dari pengadilan militer pasca keputusan DKP yang memecatnya dari keanggotaan sebagai TNI. Hingga sampai saat ini Prabowo belum pernah menjalani persidangan untuk mempertanggungjawabkan kejahatannya. Berikutnya, Prabowo telah melindungi korupsi Pius Lustrilanang Cs di BURT DPR dengan modus mark up anggaran renovasi ruang rapat Banggar DPR dan proyek di lingkungan Sekjen DPR. Melihat rekam jejak tersebut, Prabowo tidak layak menjadi pemimpin di masa depan. Jangan biarkan seseorang yang berlumuran darah dan dosa seperti itu menjadi Presiden RI. Prabowo adalah capres abadi dengan sejumlah dosa dan kejahatan masa lalu yang mengganjalnya untuk memenangkan setiap kontestasi politik Pilpres. Dengan banyaknya dosa dan kejahatan Prabowo itu, seharusnya Prabowo menyadari dirinya tak layak menjadi pemimpin di RI. #pemilu2019 #pemiluserentak2019 #pemiluserentak #pemilu #politikindonesia #politikus #politik #pilpres #pilpres2019 #capres #capres2019 #cawapres2019 #cawapres

10
17 hours ago

Menyibak Rekam Jejak Prabowo Subianto Bila anda mau menilai seorang kandidat pemimpin, maka lihatlah rekam jejaknya. Hal itu akan menjadi batu uji layak atau tidak dia menjadi pemimpin di kemudian hari. Untuk Prabowo Subianto, melihat rekam jejaknya, seperti melihat awan gelap. Ya, karena dia memiliki rentetan kisah kelam nan kejam dalam sejarah Indonesia. Ketika masa Reformasi, Prabowo terbukti pernah mau melakukan usaha kudeta, yakni mencoba merebut kekuasaan dari BJ Habibie saat menjabat Presiden RI. Kerena tindakan gegabah itu, Prabowo dicopot dari jabatannya sebagai Pangkostrad pada tahun 1998. Prabowo juga patut dicurigai sebagai penanggung jawab pembunuhan peragawati Dice. Atas perbuatan itu menyebabkan orang yang tidak bersalah dijadikan kambing hitam untuk menerima hukuman atas kejahatan yang tidak dilakukannya. Prabowo juga patut diduga terlibat dalam pembunuhan Wakil Asisten Logistik Kasad, Brigjen Koesmayadi pada tahun 2006. Ia kemudian menghindar dan melarikan diri dari pengadilan militer pasca keputusan DKP yang memecatnya dari keanggotaan sebagai TNI. Hingga sampai saat ini Prabowo belum pernah menjalani persidangan untuk mempertanggungjawabkan kejahatannya. Berikutnya, Prabowo telah melindungi korupsi Pius Lustrilanang Cs di BURT DPR dengan modus mark up anggaran renovasi ruang rapat Banggar DPR dan proyek di lingkungan Sekjen DPR. Melihat rekam jejak tersebut, Prabowo tidak layak menjadi pemimpin di masa depan. Jangan biarkan seseorang yang berlumuran darah dan dosa seperti itu menjadi Presiden RI. Prabowo adalah capres abadi dengan sejumlah dosa dan kejahatan masa lalu yang mengganjalnya untuk memenangkan setiap kontestasi politik Pilpres. Dengan banyaknya dosa dan kejahatan Prabowo itu, seharusnya Prabowo menyadari dirinya tak layak menjadi pemimpin di RI. #pemilu2019 #pemiluserentak2019 #pemiluserentak #pemilu #politikindonesia #politikus #politik #pilpres #pilpres2019 #capres #capres2019 #cawapres2019 #cawapres

10
17 hours ago

Menyibak Rekam Jejak Prabowo Subianto Bila anda mau menilai seorang kandidat pemimpin, maka lihatlah rekam jejaknya. Hal itu akan menjadi batu uji layak atau tidak dia menjadi pemimpin di kemudian hari. Untuk Prabowo Subianto, melihat rekam jejaknya, seperti melihat awan gelap. Ya, karena dia memiliki rentetan kisah kelam nan kejam dalam sejarah Indonesia. Ketika masa Reformasi, Prabowo terbukti pernah mau melakukan usaha kudeta, yakni mencoba merebut kekuasaan dari BJ Habibie saat menjabat Presiden RI. Kerena tindakan gegabah itu, Prabowo dicopot dari jabatannya sebagai Pangkostrad pada tahun 1998. Prabowo juga patut dicurigai sebagai penanggung jawab pembunuhan peragawati Dice. Atas perbuatan itu menyebabkan orang yang tidak bersalah dijadikan kambing hitam untuk menerima hukuman atas kejahatan yang tidak dilakukannya. Prabowo juga patut diduga terlibat dalam pembunuhan Wakil Asisten Logistik Kasad, Brigjen Koesmayadi pada tahun 2006. Ia kemudian menghindar dan melarikan diri dari pengadilan militer pasca keputusan DKP yang memecatnya dari keanggotaan sebagai TNI. Hingga sampai saat ini Prabowo belum pernah menjalani persidangan untuk mempertanggungjawabkan kejahatannya. Berikutnya, Prabowo telah melindungi korupsi Pius Lustrilanang Cs di BURT DPR dengan modus mark up anggaran renovasi ruang rapat Banggar DPR dan proyek di lingkungan Sekjen DPR. Melihat rekam jejak tersebut, Prabowo tidak layak menjadi pemimpin di masa depan. Jangan biarkan seseorang yang berlumuran darah dan dosa seperti itu menjadi Presiden RI. Prabowo adalah capres abadi dengan sejumlah dosa dan kejahatan masa lalu yang mengganjalnya untuk memenangkan setiap kontestasi politik Pilpres. Dengan banyaknya dosa dan kejahatan Prabowo itu, seharusnya Prabowo menyadari dirinya tak layak menjadi pemimpin di RI. #pemilu2019 #pemiluserentak2019 #pemiluserentak #pemilu #politikindonesia #politikus #politik #pilpres #pilpres2019 #capres #capres2019 #cawapres2019 #cawapres

00
17 hours ago

Menyibak Rekam Jejak Prabowo Subianto Bila anda mau menilai seorang kandidat pemimpin, maka lihatlah rekam jejaknya. Hal itu akan menjadi batu uji layak atau tidak dia menjadi pemimpin di kemudian hari. Untuk Prabowo Subianto, melihat rekam jejaknya, seperti melihat awan gelap. Ya, karena dia memiliki rentetan kisah kelam nan kejam dalam sejarah Indonesia. Ketika masa Reformasi, Prabowo terbukti pernah mau melakukan usaha kudeta, yakni mencoba merebut kekuasaan dari BJ Habibie saat menjabat Presiden RI. Kerena tindakan gegabah itu, Prabowo dicopot dari jabatannya sebagai Pangkostrad pada tahun 1998. Prabowo juga patut dicurigai sebagai penanggung jawab pembunuhan peragawati Dice. Atas perbuatan itu menyebabkan orang yang tidak bersalah dijadikan kambing hitam untuk menerima hukuman atas kejahatan yang tidak dilakukannya. Prabowo juga patut diduga terlibat dalam pembunuhan Wakil Asisten Logistik Kasad, Brigjen Koesmayadi pada tahun 2006. Ia kemudian menghindar dan melarikan diri dari pengadilan militer pasca keputusan DKP yang memecatnya dari keanggotaan sebagai TNI. Hingga sampai saat ini Prabowo belum pernah menjalani persidangan untuk mempertanggungjawabkan kejahatannya. Berikutnya, Prabowo telah melindungi korupsi Pius Lustrilanang Cs di BURT DPR dengan modus mark up anggaran renovasi ruang rapat Banggar DPR dan proyek di lingkungan Sekjen DPR. Melihat rekam jejak tersebut, Prabowo tidak layak menjadi pemimpin di masa depan. Jangan biarkan seseorang yang berlumuran darah dan dosa seperti itu menjadi Presiden RI. Prabowo adalah capres abadi dengan sejumlah dosa dan kejahatan masa lalu yang mengganjalnya untuk memenangkan setiap kontestasi politik Pilpres. Dengan banyaknya dosa dan kejahatan Prabowo itu, seharusnya Prabowo menyadari dirinya tak layak menjadi pemimpin di RI. #pemilu2019 #pemiluserentak2019 #pemiluserentak #pemilu #politikindonesia #politikus #politik #pilpres #pilpres2019 #capres #capres2019 #cawapres2019 #cawapres

00
17 hours ago

Menyibak Rekam Jejak Prabowo Subianto Bila anda mau menilai seorang kandidat pemimpin, maka lihatlah rekam jejaknya. Hal itu akan menjadi batu uji layak atau tidak dia menjadi pemimpin di kemudian hari. Untuk Prabowo Subianto, melihat rekam jejaknya, seperti melihat awan gelap. Ya, karena dia memiliki rentetan kisah kelam nan kejam dalam sejarah Indonesia. Ketika masa Reformasi, Prabowo terbukti pernah mau melakukan usaha kudeta, yakni mencoba merebut kekuasaan dari BJ Habibie saat menjabat Presiden RI. Kerena tindakan gegabah itu, Prabowo dicopot dari jabatannya sebagai Pangkostrad pada tahun 1998. Prabowo juga patut dicurigai sebagai penanggung jawab pembunuhan peragawati Dice. Atas perbuatan itu menyebabkan orang yang tidak bersalah dijadikan kambing hitam untuk menerima hukuman atas kejahatan yang tidak dilakukannya. Prabowo juga patut diduga terlibat dalam pembunuhan Wakil Asisten Logistik Kasad, Brigjen Koesmayadi pada tahun 2006. Ia kemudian menghindar dan melarikan diri dari pengadilan militer pasca keputusan DKP yang memecatnya dari keanggotaan sebagai TNI. Hingga sampai saat ini Prabowo belum pernah menjalani persidangan untuk mempertanggungjawabkan kejahatannya. Berikutnya, Prabowo telah melindungi korupsi Pius Lustrilanang Cs di BURT DPR dengan modus mark up anggaran renovasi ruang rapat Banggar DPR dan proyek di lingkungan Sekjen DPR. Melihat rekam jejak tersebut, Prabowo tidak layak menjadi pemimpin di masa depan. Jangan biarkan seseorang yang berlumuran darah dan dosa seperti itu menjadi Presiden RI. Prabowo adalah capres abadi dengan sejumlah dosa dan kejahatan masa lalu yang mengganjalnya untuk memenangkan setiap kontestasi politik Pilpres. Dengan banyaknya dosa dan kejahatan Prabowo itu, seharusnya Prabowo menyadari dirinya tak layak menjadi pemimpin di RI. #pemilu2019 #pemiluserentak2019 #pemiluserentak #pemilu #politikindonesia #politikus #politik #pilpres #pilpres2019 #capres #capres2019 #cawapres2019 #cawapres

10
17 hours ago

Menyibak Rekam Jejak Prabowo Subianto Bila anda mau menilai seorang kandidat pemimpin, maka lihatlah rekam jejaknya. Hal itu akan menjadi batu uji layak atau tidak dia menjadi pemimpin di kemudian hari. Untuk Prabowo Subianto, melihat rekam jejaknya, seperti melihat awan gelap. Ya, karena dia memiliki rentetan kisah kelam nan kejam dalam sejarah Indonesia. Ketika masa Reformasi, Prabowo terbukti pernah mau melakukan usaha kudeta, yakni mencoba merebut kekuasaan dari BJ Habibie saat menjabat Presiden RI. Kerena tindakan gegabah itu, Prabowo dicopot dari jabatannya sebagai Pangkostrad pada tahun 1998. Prabowo juga patut dicurigai sebagai penanggung jawab pembunuhan peragawati Dice. Atas perbuatan itu menyebabkan orang yang tidak bersalah dijadikan kambing hitam untuk menerima hukuman atas kejahatan yang tidak dilakukannya. Prabowo juga patut diduga terlibat dalam pembunuhan Wakil Asisten Logistik Kasad, Brigjen Koesmayadi pada tahun 2006. Ia kemudian menghindar dan melarikan diri dari pengadilan militer pasca keputusan DKP yang memecatnya dari keanggotaan sebagai TNI. Hingga sampai saat ini Prabowo belum pernah menjalani persidangan untuk mempertanggungjawabkan kejahatannya. Berikutnya, Prabowo telah melindungi korupsi Pius Lustrilanang Cs di BURT DPR dengan modus mark up anggaran renovasi ruang rapat Banggar DPR dan proyek di lingkungan Sekjen DPR. Melihat rekam jejak tersebut, Prabowo tidak layak menjadi pemimpin di masa depan. Jangan biarkan seseorang yang berlumuran darah dan dosa seperti itu menjadi Presiden RI. Prabowo adalah capres abadi dengan sejumlah dosa dan kejahatan masa lalu yang mengganjalnya untuk memenangkan setiap kontestasi politik Pilpres. Dengan banyaknya dosa dan kejahatan Prabowo itu, seharusnya Prabowo menyadari dirinya tak layak menjadi pemimpin di RI. #pemilu2019 #pemiluserentak2019 #pemiluserentak #pemilu #politikindonesia #politikus #politik #pilpres #pilpres2019 #capres #capres2019 #cawapres2019 #cawapres

00
17 hours ago

Menyibak Rekam Jejak Prabowo Subianto Bila anda mau menilai seorang kandidat pemimpin, maka lihatlah rekam jejaknya. Hal itu akan menjadi batu uji layak atau tidak dia menjadi pemimpin di kemudian hari. Untuk Prabowo Subianto, melihat rekam jejaknya, seperti melihat awan gelap. Ya, karena dia memiliki rentetan kisah kelam nan kejam dalam sejarah Indonesia. Ketika masa Reformasi, Prabowo terbukti pernah mau melakukan usaha kudeta, yakni mencoba merebut kekuasaan dari BJ Habibie saat menjabat Presiden RI. Kerena tindakan gegabah itu, Prabowo dicopot dari jabatannya sebagai Pangkostrad pada tahun 1998. Prabowo juga patut dicurigai sebagai penanggung jawab pembunuhan peragawati Dice. Atas perbuatan itu menyebabkan orang yang tidak bersalah dijadikan kambing hitam untuk menerima hukuman atas kejahatan yang tidak dilakukannya. Prabowo juga patut diduga terlibat dalam pembunuhan Wakil Asisten Logistik Kasad, Brigjen Koesmayadi pada tahun 2006. Ia kemudian menghindar dan melarikan diri dari pengadilan militer pasca keputusan DKP yang memecatnya dari keanggotaan sebagai TNI. Hingga sampai saat ini Prabowo belum pernah menjalani persidangan untuk mempertanggungjawabkan kejahatannya. Berikutnya, Prabowo telah melindungi korupsi Pius Lustrilanang Cs di BURT DPR dengan modus mark up anggaran renovasi ruang rapat Banggar DPR dan proyek di lingkungan Sekjen DPR. Melihat rekam jejak tersebut, Prabowo tidak layak menjadi pemimpin di masa depan. Jangan biarkan seseorang yang berlumuran darah dan dosa seperti itu menjadi Presiden RI. Prabowo adalah capres abadi dengan sejumlah dosa dan kejahatan masa lalu yang mengganjalnya untuk memenangkan setiap kontestasi politik Pilpres. Dengan banyaknya dosa dan kejahatan Prabowo itu, seharusnya Prabowo menyadari dirinya tak layak menjadi pemimpin di RI. #pemilu2019 #pemiluserentak2019 #pemiluserentak #pemilu #politikindonesia #politikus #politik #pilpres #pilpres2019 #capres #capres2019 #cawapres2019 #cawapres

60
17 hours ago

Menyibak Rekam Jejak Prabowo Subianto Bila anda mau menilai seorang kandidat pemimpin, maka lihatlah rekam jejaknya. Hal itu akan menjadi batu uji layak atau tidak dia menjadi pemimpin di kemudian hari. Untuk Prabowo Subianto, melihat rekam jejaknya, seperti melihat awan gelap. Ya, karena dia memiliki rentetan kisah kelam nan kejam dalam sejarah Indonesia. Ketika masa Reformasi, Prabowo terbukti pernah mau melakukan usaha kudeta, yakni mencoba merebut kekuasaan dari BJ Habibie saat menjabat Presiden RI. Kerena tindakan gegabah itu, Prabowo dicopot dari jabatannya sebagai Pangkostrad pada tahun 1998. Prabowo juga patut dicurigai sebagai penanggung jawab pembunuhan peragawati Dice. Atas perbuatan itu menyebabkan orang yang tidak bersalah dijadikan kambing hitam untuk menerima hukuman atas kejahatan yang tidak dilakukannya. Prabowo juga patut diduga terlibat dalam pembunuhan Wakil Asisten Logistik Kasad, Brigjen Koesmayadi pada tahun 2006. Ia kemudian menghindar dan melarikan diri dari pengadilan militer pasca keputusan DKP yang memecatnya dari keanggotaan sebagai TNI. Hingga sampai saat ini Prabowo belum pernah menjalani persidangan untuk mempertanggungjawabkan kejahatannya. Berikutnya, Prabowo telah melindungi korupsi Pius Lustrilanang Cs di BURT DPR dengan modus mark up anggaran renovasi ruang rapat Banggar DPR dan proyek di lingkungan Sekjen DPR. Melihat rekam jejak tersebut, Prabowo tidak layak menjadi pemimpin di masa depan. Jangan biarkan seseorang yang berlumuran darah dan dosa seperti itu menjadi Presiden RI. Prabowo adalah capres abadi dengan sejumlah dosa dan kejahatan masa lalu yang mengganjalnya untuk memenangkan setiap kontestasi politik Pilpres. Dengan banyaknya dosa dan kejahatan Prabowo itu, seharusnya Prabowo menyadari dirinya tak layak menjadi pemimpin di RI. #pemilu2019 #pemiluserentak2019 #pemiluserentak #pemilu #politikindonesia #politikus #politik #pilpres #pilpres2019 #capres #capres2019 #cawapres2019 #cawapres

00