Ustadz Rizal Yuliar Putrananda Dalam website Islam Web disebutkan dua kondisi menggunakan kaos kaki ketika shalat 1. Sekedar memakai kaos kaki saat shalat, dibolehkan baik untuk laki-laki dan perempuan. Kalau cuma sekedar memakai saat shalat, maka tidaklah ada syarat-syarat tertentu kalau memang tujuannya untuk menghilangkan dingin, panas, atau karena sakit. 2. Jika tujuannya agar kaos kaki cukup bisa diusap saat berwudhu sebagai gantian dari mencuci kaki, maka itu adalah keringanan bagi laki-laki maupun perempuan (sama dengan hukum mengusap khuf atau sepatu). Namun ada syarat-syarat yang mesti dipenuhi untuk maksud ini. Untuk keadaan pertama, caranya adalah: 1. Berwudhu dalam keadaan kaos kaki dibuka, lalu kaki tetap dicuci saat wudhu. 2. Menggunakan kaos kaki lagi setelah berwudhu, kemudian shalat menggunakan kaos kaki. Untuk keadaan kedua, caranya adalah: 1. Pertama kali berwudhu dalam keadaan kaos kaki dibuka, lalu kaki tetap dicuci saat wudhu. 2. Menggunakan kaos kaki lagi setelah berwudhu dengan niatan kalau wudhu batal, cukup mengusap kaos kaki. Kemudian shalat menggunakan kaos kaki. Seharian tetap menggunakan kaos kaki tanpa dilepas, ketika wudhu batal, maka cukup kaos kaki diusap saat wudhu tanpa melepasnya. Usapannya sebanyak sekali usapan, cukup dengan tangan yang basah. Yang diusap adalah bagian atas kaos kaki, bukan bagian bawahnya. Mengusap kaos kaki ini berlaku untuk yang mukim selama 24 jam, untuk musafir 3×24 jam. Dengan catatan selama masa tersebut kaos kaki tidak dilepas. Kalau dilepas berarti kembali ke point nomor satu di atas, alias mengusapnya jadi batal.  Judul full kajian: sandal nabi Baca selengkapnya di: https://rumaysho.com/13896-cara-shalat-pakai-kaos-kaki.html Simak video kajian islam lainnya di @dakwah.vidgram #ustadzrizalyuliarputrananda_dv #yayanabuahmad #kaoskaki_dv